Nastar, Kue Ikonik Lebaran Warisan Belanda yang Populer
Jakarta – Nastar merupakan salah satu kue ikonik hari raya idul fitri. Bukan asli Indonesia, kue kering ini merupakan warisan kolonial Belanda ini Sejarahnya.
Baca Juga: Kilas Balik Perjalanan Mangunan Jadi Desa Wisata Kuliner Tersohor
Menyajikan aneka kue kering sudah menjadi tradisi Hari Raya idhul Fitri. Khusunya di Indonesia. Dari sekian banyak jenis kue kering, nastar selalu populer jadi favorit semua orang.
Nastar merupakan kue kering dengan isian selai nanas. Sebenarnya adonan kuenya merupakan adonan pie bukan adonan butter cookies. Nama nastar berasal dari Bahasa Belanda ‘ananastaart’ lapor historia (17/05/21).
Karena sudah ratusan tahun dikenal di Indonesia, nastar sering dianggap kue Indonesia. Berikut ini fakta sejarah nastar yang kini jadi kue ionik.
1. Berasal dari Portugis
Nastar tak hanya populer di Indonesia saja, tetapi juga Malaysia dan Singapura. Dalam buku ‘Asian baccarat Dumplings: Mastering Gyoza, Spring Rols, Sarirosan and More.’ di Singapura nastar dikenal sebagai kue tart nenas.
Sementara di inggris, kue lkering ini disebut pineapple tart Manurut sang penulis buku. Andrea nguyen, nastar berasal dari Portugis. Fakta ini juga ditegaskan oleh tesis Janet P. Boileau.
2. Persebaran nanas di Eropa
Buah nanas awalnya tumbuh di kawsan Amerika yang depo 10k beriklim tropis. Nama ‘nanas’ atau ‘ananas’ banyak digunakan oleh masyarakat Amerika di Kanibia.
Ahli botani Inggris: Sir Ghillean Prancis dan mark Nesbit mengatakan bahwa jauh sebelum dibawa ke Eropa, nanas telah didistribusikan ke seluruh dataran rendah tropis Amerika.
3. Pengaruh Kuliner Belanda
Cara membuat nastar sendiri diwarisi orang Indonesia dari Belanda. mangingat nama nastar berasal dari Bahasa Belanda, yakni ‘ananastaart’.
Hal ini dibenarkan oleh sejarawan kuliner Universitas mahjong ways 2 Padjadjaran, (Unpad), Fadly Rahman. Ia mengatakan bahwa kue kering seperti nastar, kastengel, dan lidah kucing dikenal pada masa peralihan abad ke 19 ke 20.
4. Akulturasi Budaya
Semakin berjalannya waktu, kue-kue kering lebaran termasuk nastar mengalami proses modifikasi bahans serta bentuk. Di Belanda, nastar umunya berbentuk cake, mirip seperti ulang tahun yang bundar.
Sedangkan di Indonesia nastar berbentuk bulat sicbo dan lkecil dan menjadi kue kering. “Kue kering yang dibawa ketika zaman kolonial Belanda ini awalnya dari akulturasi budaya perayaan hari besar hingga pada akhirnya mengalami modifikasi bahan dan bentuk. “ujar fadly.
Kini nastar punya baragam bentuk meskipun masih memakai adonan pie. Ada yang dibentuk bulat, dibentuk mini pie, sisanya ditaruh diluar, adonanya dibentuk nanas, babi hingga ketupat. Kini adonan nastar juga dicampur dengan keju cheddar disebut sebagai nastar keju.
